Pada zaman dahulu kala ada dua anak ayam jago yang satu bernama
Comel bulunya berwarna kecoklatan dan yang satunya lagi bernama Comal bulunya berwarna
abu-abu. Kedua ayam jago ini tinggal di sebuah pinggiran desa di dataran rendah
yang hijau di balik bukit. Akan tetapi kedua anak ayam ini tidak saling akur
dan sering bertengkar antara satu dengan yang lainya, sehingga mereka dijauhi
oleh teman-temannya.
Di suatu pagi Comal bertemu dengan Comel di sebuah tanah
lapang, disana ada pohon yang besar dan rindang tempat berkumpul dan bermain
anak-anak ayam yang lainya. Comal terbang dan naik ke dahan pohon diatasnya
Comel, lalu Comel tidak mau kalah dan terbang lebih tinggi lagi untuk naik di
sebuah dahan di atasanya Comal. lalu mereka saling mengolok-olok. Pohon yang mereka naiki ini sebenarnya pohon gowok yang
buahnya seperti buah anggur bulat-bulat menempel di setiap batang pohon, jika
matang akan berwarna ungu kehitam-hitaman sangat enak dan manis, semua anak
ayam suka sekali makan buah ini.
Setelah
sampai di atas pohon Comal berkata:
“Ini pohon sudah menjadi milikku, dan tak ada stu anak ayam
yang boleh mendekat” katanya.
Comel tidak mau kalah dan mengatakan”
“Ah kamu ini bicaranya tidak benar, sebenarnya pohon ini
adalah milikku”
Dan begitulah jika Comal dan Comel bertemu sering saling
menggolok-olok. Tak lama kemudian mereka saling turun dan bertarung, jadilah
kedua anak ini saling bertarung untuk meng klaim bahwa pohon gowok ini adalah
miliknya.
Tidak lama kemudian, Anak-anak ayam yang lainya satu per satu datang untuk memanjat
pohon gowok sambil memakan buahnya yang sudah matang ber-aroma harum dan manis
itu. Sementara itu Comal dan Comel terus bertarung sambil bergerak dan
terkadang kejar-kejaran, dan tidak terasa mereka sampai ke tempat yang jauh
dari poho gowok yang mereka perselisihkan itu.
Akhirnya kedua anak ayam ini tercebur ke dalam sungai yang
arinya sangat jernih, merek saling bertieriak-teriak untuk minta tolong.
Beberapa anak ayam berlarian datang untuk menolong, namun anak ayam yang
paling besar dan bulunya berwarna putih sebagai ketua anak-anak ayam itu, mengatakan
kepada comal dan comel:
“Namku Tetuko, aku mendengar dari teman-teman ini bahwa
kalian sering bertengkar” begitu teriak bagus kepada comal dan comel, namun
keduanya terdiam di sungai dan basah kuyup kedinginan dan kelaparan serta
kelelahan karena bertarung. Lalu bagus melanjutkan kata-katanya:
“Sebentar lagi kalian bisa mati, karena banjir akan datang karena
diatas bukit sana hujan turun lebat”. Begitu kata bagus.
“Akan tetapi kalian tidak usah khawatir, ini aku dan teman
temanku adalah anak-anak yang baik dan suka menolong, dan tidak suka bertengkar
seperti kalian berdua, Apakah kalian paham”
Comal dan comel mendengar dan mengangguk dan tertunduk malu.
Lalu bagus mengatakan lagi:
“Namun kalian harus berjanji tidak akan bertarung lagi dan
harus saling memaffkan satu sama lainya”.
Kali ini comal dan comel mengangguk lagi tanda setuju untuk
tidak bertarung lagi dan berjanji akan saling menolong satu sama lainya.
Setelah keduanya ditolong dan mengeringkan badanya di bawah
terik matahari di siang hari itu, maka keduanya comal dan comel saling
memaffkan dan berpelukan. Lalu mereka mendapatkan hadiah dari teman-temanya
berupa satu keranjang buah gowok matang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar