Kamis, 15 November 2018

Comal dan Comel Anak Jago Yang Suka Bertarung


Pada zaman dahulu kala ada dua anak ayam jago yang satu bernama Comel bulunya berwarna kecoklatan dan yang satunya lagi bernama Comal bulunya berwarna abu-abu. Kedua ayam jago ini tinggal di sebuah pinggiran desa di dataran rendah yang hijau di balik bukit. Akan tetapi kedua anak ayam ini tidak saling akur dan sering bertengkar antara satu dengan yang lainya, sehingga mereka dijauhi oleh teman-temannya.
 


Di suatu pagi Comal bertemu dengan Comel di sebuah tanah lapang, disana ada pohon yang besar dan rindang tempat berkumpul dan bermain anak-anak ayam yang lainya. Comal terbang dan naik ke dahan pohon diatasnya Comel, lalu Comel tidak mau kalah dan terbang lebih tinggi lagi untuk naik di sebuah dahan di atasanya Comal. lalu mereka saling mengolok-olok. Pohon yang mereka naiki ini sebenarnya pohon gowok yang buahnya seperti buah anggur bulat-bulat menempel di setiap batang pohon, jika matang akan berwarna ungu kehitam-hitaman sangat enak dan manis, semua anak ayam suka sekali makan buah ini.  

 Setelah sampai di atas pohon Comal berkata:

“Ini pohon sudah menjadi milikku, dan tak ada stu anak ayam yang boleh mendekat” katanya.

Comel tidak mau kalah dan mengatakan”

“Ah kamu ini bicaranya tidak benar, sebenarnya pohon ini adalah milikku”

Dan begitulah jika Comal dan Comel bertemu sering saling menggolok-olok. Tak lama kemudian mereka saling turun dan bertarung, jadilah kedua anak ini saling bertarung untuk meng klaim bahwa pohon gowok ini adalah miliknya.

Tidak lama kemudian, Anak-anak ayam yang lainya satu per satu datang untuk memanjat pohon gowok sambil memakan buahnya yang sudah matang ber-aroma harum dan manis itu. Sementara itu Comal dan Comel terus bertarung sambil bergerak dan terkadang kejar-kejaran, dan tidak terasa mereka sampai ke tempat yang jauh dari poho gowok yang mereka perselisihkan itu.
Akhirnya kedua anak ayam ini tercebur ke dalam sungai yang arinya sangat jernih, merek saling bertieriak-teriak untuk minta tolong. 

Beberapa anak ayam berlarian datang untuk menolong, namun anak ayam yang paling besar dan bulunya berwarna putih sebagai ketua anak-anak ayam itu, mengatakan kepada comal dan comel:
“Namku Tetuko, aku mendengar dari teman-teman ini bahwa kalian sering bertengkar” begitu teriak bagus kepada comal dan comel, namun keduanya terdiam di sungai dan basah kuyup kedinginan dan kelaparan serta kelelahan karena bertarung. Lalu bagus melanjutkan kata-katanya:
“Sebentar lagi kalian bisa mati, karena banjir akan datang karena diatas bukit sana hujan turun lebat”. Begitu kata bagus.
“Akan tetapi kalian tidak usah khawatir, ini aku dan teman temanku adalah anak-anak yang baik dan suka menolong, dan tidak suka bertengkar seperti kalian berdua, Apakah kalian paham”
Comal dan comel mendengar dan mengangguk dan tertunduk malu. Lalu bagus mengatakan lagi:
“Namun kalian harus berjanji tidak akan bertarung lagi dan harus saling memaffkan satu sama lainya”.
Kali ini comal dan comel mengangguk lagi tanda setuju untuk tidak bertarung lagi dan berjanji akan saling menolong satu sama lainya.
Setelah keduanya ditolong dan mengeringkan badanya di bawah terik matahari di siang hari itu, maka keduanya comal dan comel saling memaffkan dan berpelukan. Lalu mereka mendapatkan hadiah dari teman-temanya berupa satu keranjang buah gowok matang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar